Warga Menjerit, Jalan Perbatasan Kota Raja–Parit 8 Tak Kunjung Diperbaiki

Sabaknews.co|Tanjab Timur – Kondisi jalan penghubung di perbatasan Desa Kota Raja dengan Parit 8 RT 12 Dusun Pada Idi, Desa Alang-Alang, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut berubah menjadi kubangan lumpur dan genangan air, sehingga menyulitkan aktivitas warga setiap hari, Selasa (19/05/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan dipenuhi lubang, lumpur tebal, dan genangan yang membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas karena kondisi jalan licin dan rusak berat.

Warga menilai kerusakan jalan tersebut seolah luput dari perhatian pemerintah daerah. Padahal, akses itu merupakan jalur vital masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari pergi bekerja, mengangkut hasil kebun, hingga kebutuhan ekonomi lainnya.

“Kalau hujan turun, jalan ini hampir tidak bisa dilewati. Kami sangat berharap pemerintah jangan hanya datang saat ada kepentingan, tapi benar-benar melihat penderitaan masyarakat di sini,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak terkait. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah dan memutus akses masyarakat.

Warga juga mendesak Dinas Alkal serta Dinas PUPR Tanjab Timur agar tidak tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di pelosok desa. Sebab, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang setiap hari digunakan untuk aktivitas pertanian dan perkebunan.

Tak hanya itu, masyarakat turut berharap Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, dapat memperjuangkan perbaikan jalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa.

“Jangan sampai masyarakat terus menderita akibat jalan rusak seperti ini. Kami hanya ingin akses yang layak agar ekonomi warga bisa berjalan lancar,” tambah warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan tidak hanya menjadikan keluhan warga sebagai janji semata. Pasalnya, infrastruktur jalan yang layak menjadi salah satu penunjang utama kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.(Sp)